RSS

Tag Archives: pengertian dakwaan

Surat Dakwaan

Pengertian Surat Dakwaan

Dalam mengartikan surat dakwaan, penulis mengambil dari pendapat M.Yahya Harahap dan Harun M.Husein. Pengertian surat dakwaan menurut M. Yahya Harahap adalah pada umumnya surat dakwaan diartikan oleh para hukum, berupa surat/akta yang memuat rumusan tindak pidana yang didakwakan terhadap terdakwa, perumusan mana yang ditarik dan disimpulkan dari hasil pemeriksaan penyidikan dihubungkan dengan rumusan pasal tindak pidana yang dilanggar dan didakwakan kepada terdakwa dan surat dakwaan tersebutlah yang menjadi dasar pemeriksaan bagi hakim dalam sidang pengadilan. Menurut Harun M. Husein, pengertian surat dakwaan adalah suatu surat yang diberi tanggal dan ditandatangani oleh penuntut umum, yang memuat uraian tentang identitas lengkap terdakwa, perumusan tindak pidana yang didakwakan yang dipadukan dengan unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dalam ketentuan pidana yang bersangkutan, disertai uraian tentang waktu dan tempat tindak pidana dilakukan oleh terdakwa, surat mana menjadi dasar dan batas ruang lingkup pemeriksaan di sidang pengadilan.

Sehingga, dapat disimpulkan berdasarkan dua pengertian dari ahli hukum tersebut, pengertian surat dakwaan adalah:

  1. Surat dakwaan merupakan akta. Suatu akta harus mencamtumkan tanggal pembuatan dan tanda tangan pembuatnya. Apabila suatu akta tidak memiliki dua hal tersebut, maka tidak memiliki kekuatan akta, meskipun secara umum dapat dikatakan sebagai surat.
  2. Adanya perumusan tindak pidana yang didakwakan beserta waktu dan tempat dilakukannya tindak pidana.
  3. Dalam merumuskan tindak pidana yang didakwakan terhadap terdakwa, haruslah dilakukan secara cermat, jelas dan lengkap, sebagaimana disyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
  4. Surat dakwaan merupakan dasar pemeriksaan perkara di sidang pengadilan.
  5. Syarat-syarat dalam Pembuatan Surat Dakwaan

Syarat Formal

a. Surat dakwaan harus dibubuhi tanggal dan tanda tangan penuntut umum pembuat surat dakwaan

b.Surat dakwaan harus memenuhi secara lengkap identitas terdakwa yang meliputi : nama lengkap, jenis kelamin, kebangsaan, tempat tinggal, agama, dan pekerjaan

Syarat Material

Secara material, surat dakwaan dipandang telah memenuhi syarat apabila surat dakwaan tersebut telah member gambaran secara bulat dan utuh tentang :

  1. Tindak pidana yang dilakukan
  2. Siapa yang melakukan tindak pidana
  3. Dimana tindak pidana dilakukan
  4. Bilamana/kapan tindak pidana dilakukan
  5. Bagaimana tindak pidana dilakukan
  6. Akibat apa yang ditimbulkan tindak pidana tersebut (delik material)
  7. Apa yang mendorong terdakwa melakukan tindak pidana tersebut (delik-delik tertentu)
  8. Ketentuan-ketentuan pidana yang diterapkan
  9. Jenis-jenis Surat Dakwaan

Setelah penulis memberikan uraian mengenai pengertian dan syarat-syarat surat dakwaan, penulis juga akan memberikan uraian mengenai jenis-jenis surat dakwaan. Terdapat 5 bentuk surat dakwaan berdasarkan surat edaran jaksa agung nomor SE-004/J.A/11/1999 tentang Pembuatan Surat Dakwaan, yaitu dakwaan tunggal, dakwaan alternatif, dakwaan subsidair, dakwaan kumulatif, dan dakwaan kombinasi.

Dakwaan Tunggal

Dalam surat dakwaan ini, hanya terdapat satu tindak pidana saja yang didakwakan. Tidak tedapat tindak pidana lainnya sebagai alternatif maupun sebagai pengganti maupun kemungkinan untuk mengakumulasikan dan mengombinasikannya tindak pidana dalam surat dakwaannya.

Contoh         Pencurian (Pasal 362 KUHP)

Dakwaan Alternatif

Dalam bentuk surat dakwaan ini, terdapat beberapa dakwaan yang disusun secara berlapis, lapisan yang satu merupakan alternatif dan bersifat mengecualikan dakwaan pada lapisan lainnya. Bentuk dakwaan ini digunakan bila belum didapat kepastian tentang tindak pidana yang paling tepat dapat dibuktikan. Biasanya, surat dakwaan ini digunakan terhadap tindak pidana dengan kualifikasi yang hampir sama. Misalnya, pencurian atau penadahan, penipuan atau penggelapan, pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan kemudian, dan seterusnya.

Dalam dakwaan alternatif, meskipun dakwaan terdapat beberapa lapisan, hanya satu dakwaan saja yang perlu dibuktikan tanpa harus memerhatikan urutannya. Jika salah satu telah terbukti, maka lapisan yang satu tidak perlu lagi dibuktikan. Surat dakwaan ini menggunakan kata sambung ‘atau’ dalam hal mengaitkan lapisan yang satu dengan yang lainnya.

Contoh           Pencurian (362 KUHP) atau Penadahan (480 KUHP)

Dakwaan Subsidair

Bentuk surat dakwaan ini dipergunakan apabila suatu tindak pidana menyentuh beberapa ketentuan tindak pidana, tetapi belum dapat diyakini kepastian perihal kualifikasi dan ketentuan pidana yang lebih tepat dibuktikan.

Surat dakwaan ini hampir sama dengan bentuk surat dakwaan alternatif. Kedua surat dakwaan tersebut terdiri dari beberapa lapisan dakwaan. Namun, perbedaannya adalah, di dalam surat dakwaan subsidair, terdapat urutan lapisan dimana dalam hal pembuktiaannya harus dilakukan secara berurut, dimulai dengan lapisan teratas sampai lapisan selanjutnya

Contoh

Primair                                : Pembunuhan Berencana (340 KUHP)                     Subsidair                             : Pembunuhan (338 KUHP).

Lebih subsidair                   : Penganiayaan berencana yang mengakibatkan kematian (352  ayat 2 KUHP)

Lebih subsidair lagi            : Penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian (354 ayat 2 KUHP)

Lebih-lebih subsidair lagi  : Penganiayaan biasa yang mengakibatkan kematian (351 ayat 1 KUHP)

Dakwaan Kumulatif

Bentuk ini digunakan apabila kepada terdakwa didakwakan beberapa tindak pidana sekaligus dan tindak pidana tersebut masing-masing berdiri sendiri. Semua tindak pidana yang didakwakan harus dibuktikan satu persatu. Surat dakwaan ini menggunakan kata sambung ‘dan’.

Contoh         Kesatu : Pembunuhan (338 KUHP)

dan

Kedua : Pencurian dengan pemberatan (363 KUHP)

dan

Ketiga : Perkosaan (285 KUHP)

Dakwaan Kombinasi

Bentuk ini merupakan perkembangan baru dalam praktek sesuai perkembangan di bidang kriminalitas yang semakin variatif dalam jenis/bentuk dalam modus operandinya. Kombinasi/gabungan dakwaan tersebut terdiri atas dakwaan kumulatif dan dakwaan subsidair.

Contoh         Kesatu : Primair     : Pembunuhan Berencana (340 KUHP)

                                 Subsidair  : Pembunuhan biasa (338 KUHP)

dan

                    Kedua :  Primair     : Pencurian dengan pemberatan (363 KUHP)

                                  Subsidair  : Pencurian biasa (362 KUHP)

Sumber :

 Saragi, Marry Margaretha._____.Bentuk-bentuk Surat Dakwaan. http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4f4c5a4ea3527/bentuk-bentuk-surat-dakwaan. Diakes pada tanggal 5 Mei 2012

Siregar, Andrian Vincen.2012.Dakwaan. http://indonesia-life.info/kolom2/msgview/2850/54907/no/54907.html. Diakses pada tanggal 5 Mei 2012

Silaban, Rudini.2012.Macam Bentuk dari Surat Dakwaan. http://rudini76ban.wordpress.com/2010/10/15/macam-bentuk-dari-surat-dakwaan/. Diakses pada tanggal 5 Mei 2012

Darmabrata, Soekatri & Junaedi.____.Slide Bentuk-bentuk Surat Dakwaan.

 
Leave a comment

Posted by on May 5, 2012 in Hukum (Law)

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 175 other followers