RSS

Tag Archives: pengertian kriminologi

Catatan Kriminologi (I)

Pengertian Kriminologi

1. Edwin H. Sutherland

The Body of knowledge regarding crime as social phenomenon.

(Kriminologi sebagai keseluruhan ilmu pengetahuan yang bertalian dengan perbuatan jahat sebagai gejala sosial)

Kriminologi = Proses pembentukan hukum > Pelanggaran hukum > Reaksi terhadap pelanggar hukum

2. Etimologis

Crimen = Kejahatan atau penjahat.

Logos = Ilmu pengetahuan

Kriminologi = Ilmu tentang kejahatan atau penjahat

3. John Hagan

Criminology is a scientific study on crime and criminal.

(Kriminologi adalah studi ilmiah mengenai kejahatan dan pelaku kejahatan.)

Kedudukan Kriminologi pada Hukum Pidana

Hukum pidana dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

1. Material

Mengatur perbuatan-perbuatan yang dapat dipidana.

Contoh : KUHP, UU Tindak Pidana Korupsi, dll.

2. Formal

Hukum Acara Pidana

3. Empiris

Kriminologi, Forensik, Viktimologi, Penologi, Sosiologi Hukum, dll.

Ruang Lingkup Kriminologi

1. Sempit

Membahas mengenai kejahatan semata.

2. Luas

Tidak kejahatan semata, melainkan tipe-tipe kejahatan serta upaya penanggulangan kejahatan.

 

Manfaat Kriminologi

Mempelajari kejahatan secara menyeluruh (tipe, kasual, solusi) dan dapat memberi masukan untuk kriminalisasi dan dekriminalisasi dalam per-UU-an.

Pembagian Kriminologi

1. Menurut Sutherland & Cressey

a. Sosiologi Hukum

Analisis ilmiah atas kondisi-kondisi berkembangnya hukum pidana.

b. Etiologi Kejahatan

Mencari sebab musabab dari kejahatan.

c. Penologi

Ilmu tentang hukuman. Usaha pengendalian kejahatan baik represif maupun preventif.

2. Menurut Bonger

a. Criminal Antropology

Ilmu pengetahuan tentang manusia yang jahat (somatios) dan ilmu ini memberikan suatu jawaban atas pertanyaan tentang orang jahat dalam tubuhnya mempunyai tanda-tanda seperti apa, apakah terdapat hubungan antara suku bangsa dengan kejahatan (mempelajari ciri-ciri fisik penjahat)

b. Criminal Sociology

Ilmu pengetahuan tentang kejahatan sebagai suatu gejala masyarakat, sampai dimana letak sebab-sebab kejahatan dalam masyarakat.( mempelajari pengaruh masyarakat terhadap kejahatan dan penjahat, serta antara reaksi hukum pidana dan masyarakat. )

c. Criminal Psychology

Ilmu pengetahuan tentang kejahatan yang dilihat dari sudut jiwanya (Sebab-sebab dari gejala kejiwaan pelaku, apa arti hukuman bagi pelaku kejahatan)

d. Psikopatologi & Neuropatologi Kriminal

Ilmu tentang penjahat yang sakit jiwa.

e. Penologi

Ilmu tentang berkembangnya hukuman dalam hukum pidana

f. Higiene Kriminal

Usaha yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kejahatan.

Contoh : Sistem jaminan hidup dan kesejahteraan.

g. Politik Kriminal

Usaha penanggulangan kejahatan dimana suatu kejahatan telah terjadi. Melihat bagaimana seseorang melakukan kejahatan, tidak semata-mata menjatuhkan sanksi.

h. Kriminalistik

Ilmu tentang pelaksanaan penyelidikan teknik kejahatan dan pengusutan kejahatan.

a-e = Kriminologi Murni

f-h = Kriminologi Terapan

Aliran-Aliran dalam Kriminologi

1. Klasik

Tokoh :Cesare Beccaria

o) Manusia dilahirkan dengan kehendak bebas dengan konsekuensi yang telah dikalkulasikan sendiri.

o) Oleh karena itu, menurut alkiran ini, persoalan sebab kejahatan telah dijawab secara sempurna sehingga tidak perlu digali lagi penelitian untuk menemukan sebab musabab.

o) Kehendak bebas tersebut tidaklah lepas dari faktor lingkungan.

2. Kartografik

Tokoh : Quetelet, Guerry

o) Kejahatan merupakan suatu ekspresi dari kondisi-kondisi sosial, memperhatikan distribusi kejahatan dalam daerah-daerah tertentu.

o) Memperhatikan penyebaran kejahatan pada wilayah tertentu berdasarkan faktor geografik dan sosial.

o) Penolakan aliran Klasik.

3. Sosialis

Tokoh : Karl Marx

o) Kejahatan dipengaruhi oleh adanya tekanan ekonomi, maka dengan demikian untuk melawan kejahatan ini, harus diadakan peningkatan ekonomi, dengan kata lain kemakmuran akan mengurangi tingkat terjadinya kejahatan.

o) Dipengaruhi olehDeterminisme Ekonomi, bahwa tingkat kejahatan (kriminalitas) adalah konsekuensi dari masyarakat kapitalis akibat dari sistem ekonomi yang diwarnai penindasan terhadap buruh, sehingga menciptakan faktor-faktor yang dapat mendukung terhadap berbagai macam bentuk kejahatan.

o) Penolakan aliran Kartografik

4. Positif

Tokoh : Cesare Lombroso

o) Kejahatan dihasilkan dari pengaruh perilaku manusia itu sendiri.

o) Kehidupan manusia dikuasai oleh hukum sebab-akibat.

o) Tingkah laku kriminal adalah hasil dari kondisi abnormalitas yang mungkin saja terletak pada individu atau juga lingkungannya.

o) Tujuan dari sanksi bukanlah menghukum, melainkan membina pelaku kejahatan (treatment)

o) AliranLombrosian,manusia dapat dibedakan dari non-kriminal melalui beberapa ciri fisik dari makhluk. Tanda lahiriah bukan merupakan penyeban, namun merupakan pengenal kepribadian.

o) Aliran Psychiatric, penjahat adalah bukan mereka yang memilik bentuk fisik yang berlainan, tetapi mereka yang memiliki otak lemah, karena orang yang otaknya lemah tersebut, tidak bisa menilai perbuatan.

o) Aliran Psikologis, aliran ini menekan pada gangguan emosional yang diperoleh dalam interaksi sosial.

o) Penolakan terhadap aliran sosialisme.

5. Sosiologis

Tokoh : Enrico Ferri

o) Setiap kejahatan adalah hasil dari unsur-unsur yang terdapat dalam individu, masyarakat, dan keadaan fisik.

o) Kejahatan merupakan fungsi di dalam lingkungan sosial, sehingga proses terjadinya tingkah laku jahat tidaklah berbeda dengan tingkah laku lainnya, termasuk tingkah laku yang baik.

 

Klasifikasi Teori

1. Williams III & Marilyn Shane

a. Teori Abstrak / Teori-teori Makro

Mendeskripsikan korelasi antara kejahatan dengan struktur masyarakat (Teori Anomie & Konflik)

b. Teori-teori Mikro

Bersifat lebih konkret. Teori ini ingin menjawab mengapa seseorang/kelompok orang dalam masyarakat melakukan kejahatan atau menjadi kriminal. Teori-teori ini lebih bertendensi pada pendekatan psikologis atau biologis. (Social Control Theory & Social Learning Theory)

c. Beidging Theories

Mendeskripsikan tentang struktur sosial dan bagaimana seseorang menjadi jahat.(Subculture Theory & Differential Opportunity Theory)

2. Frank P. William III & Marilyn Shane 2

a. Teori Klasik dan Teori Positivis

o) Teori Klasik membahaslegal statutes, struktur pemerintahan dan HAM.

o) Teori Postivis terfokus pada patologi kriminal, penanggulangan, dan perbaikan perilaku kriminal individu

b. Teori Struktural dan Teori Proses

o) Teori Struktural terfokus pada cara masyarakat diorganisasikan dan dampak dari tingkah laku.

o) Teori Proses membahas, menjelaskan, dan menganalisis bagaimana orang menjadi penjahat.

c. Teori Konsensus dan Teori Konflik

o) Teori Konsensus menggunakan asumsi dasar bahwa dalam masyarakat terjadi konsensus/persetujuan sehingga terdapat nilai-nilai bersifat umum yang kemudian disepakati secara bersama.

o) Teori Konflik, dalam masyarakat hanya terdapat sedikit kesepakatan dan orang-orang berpegang pada nilai pertentangan.

 

Teori-Teori dalam Kriminologi

1. Differential Association

2. Anomie

3. Kontrol Sosial

4. Labeling

5. Interaksionisme Simbolik

6.Subculture

7. Konflik

 

Tipe-Tipe Kejahatan

1. The Casual Offender

Peristiwanya terjadi tanpa diharapkan lebih dahulu, pelanggaran ringan sehingga sulit untuk menggolongkannya sebagai kejahatan.

Contoh : Pelanggaran lalu lintas.

2. The Occasional Criminal

Kejahatan yang bersifat ringan dan terjadi kadang kala, terjadi karena adanya kesempatan.

Contoh : Pencurian telepon genggam yang dibiarkan di atas meja.

3. The Episodic Criminal

Kejahatan yang tanpa direncanakan lebih dahulu.

Contoh : Karena emosi dalam pertengkaran, mengakibatkan penganiayaan dan menimbulkan kematian.

4. White Collar Crime

Dilakukan oleh orang dengan status sosio-ekonomi atas dan berhubungan dengan pekerjaannya.

Contoh : Kejahatan Korporasi (Pemalsuan pajak, pencemaran lingkungan,dll), Korupsi, dll.

5. The Habitual Criminal

Kejahatan yang diulang-ulang sehingga akhirnya menjadi kebiasaan dan mata pencaharian.

Contoh : Seseorang yang secara rutin mencuri motor tiap seminggu sekali.

6. The Professional Criminal

Berkaitan dengan habitual criminal, dengan semakin seringnya melakukan sebuah kejahatan tersebut, maka teknik yang digunakan pun semakin meningkat.

7. Organized Crime

Kejahatan yang teroganisasi dan terdapat pembagian tugas terhadap setiap anggotanya.

Contoh : Yakuza, Mafia, Triad, dll.

8. The Mentally Abnormal Criminal

Kejahatan yang dilakukan oleh orang yang bermental tidak normal.

Contoh : Psikopat

9. The Nor malicious Criminal

Kejahatan dimana pelakunya tidak menyadari telah melakukan tindak pidana.

Contoh : Kejahatan yang timbul karena keyakinan seseorang terhadap kepercayaan (sekte,aliran, dll.) tertentu.

B.E.R.S.A.M.B.U.N.G

 
Leave a comment

Posted by on April 17, 2012 in Hukum (Law)

 

Tags: , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 176 other followers