RSS

Monthly Archives: October 2012

Catatan Hukum Ekonomi Internasional I

wpid-wp-1432224455061.jpeg

Sejarah Hukum Ekonomi Internasional

A. Fase Pra-Perang Dunia II

– Awal abad XII

– Adanya prinsip kebebasan berlayar (freedom navigation)

РPenggunaan prinsip Most Favoured Nation, Reprocity (timbal balik), dan lain-lain.

– LBB > Pasal 23 c Piagam LBB > Perlunya perlakuan yang adil dalam bidang perdagangan bagi semua negara.

B. Fase Pasca-Perang Dunia II

РDigunakannya asas penting dalam HEI > asas reprositas > Amerika Serikat РInggris > The Resiprocal Trade Agreement Act, 1930-an

– Konferensi Bretton Woods 1944

– Berdirinya PBB pada tahun 1945

– Kegagalan ITO (International Trade Organization) > Terjadinya pembentukan GATT (General Agreements of Trade and Tariffs) sebagai perjanjian internasional > Protocol of Provisional Application tahun 1947

– OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) tahun 1960 merupakan pengganti dari The Organization for European Cooperation > bertugas untuk mengurusi dan menangani Marshall Plan.

C. Fase Perang Dingin

– Sikap pro-aktif organisasi internasional

– Regulasi aturan hukum yang semakin kompleks

KLIK untuk baca lanjutannya..

 
Leave a comment

Posted by on October 24, 2012 in Hukum (Law)

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Catatan Hukum Perikatan I

wpid-wp-1432224455061.jpeg

Definisi Perikatan

Dalam Bahasa Belanda disebut juga verbintenis.

Pitlo,”Pengertian perikatan adalah suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang atau lebih, atas dasar mana pihak yang satu berhak (kreditur) dan pihak lain berkewajiban (debitur) atas suatu prestasi.”

Hoffman,”Suatu hubungan hukum antara sejumlah terbatas subyek-subyek hukum sehubungan dengan itu seorang atau beberapa orang daripadanya (debitur atau pada debitur) mengikatkan dirinya untuk bersikap menurut cara-cara tertentu terhadap pihak yang lain, yang berhak atas sikap demikian itu.”

Subekti,”Perikatan adalah hubungan yang terjadi diantara dua orang atau lebih, yang terletak
dalam harta kekayaan, dengan pihak yang satu berhak atas prestasi dan pihak yang
lainnya wajib memenuhi prestasi itu.”

Dari pengertian-pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat unsur-unsur perikatan, yaitu:

1. Hubungan hukum

– Hubungan yang di dalamnya melekat hak pada salah satu pihak dan melekat kewajiban pada pihak lainnya.

– Hubungan tersebut diatur dan diakui oleh hukum sehingga dapat menimbulkan akibat hukum.

KLIK untuk baca lanjutannya..

 
Leave a comment

Posted by on October 22, 2012 in Hukum (Law)

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 176 other followers